Sponsors Link

Anemia – Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan

Sponsors Link

Anemia merupakan kondisi tubuh saat sel darah merah atau eritrosit dan hemoglobin atau Hb sehat dalam darah yang berada dibawah normal atau kurang. Hemoglobin merupakan bagian penting dan utama dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengikat oksigen dalam darah dan nantinya dialirkan ke seluruh tubuh. Apabila seseorang menderita kekurangan sel darah merah, maka sel tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang mencukupi dan akhirnya timbul gejala anemia.

ads

Penyebab Anemia

Ada begitu banyak penyebab dari anemia yang belum diketahui masyarakat luas sehingga tidak menyadari jika dirinya terkena anemia. Pada umumnya, anemia terjadi di wanita karena dalam setiap bulan para wanita akan mengeluarkan darah kotor sehingga kadar hemoglobin atau sel darah merah dalam tubuh jadi menurun. Berikut ini adalah beberapa penyebab dari anemia selengkapnya.

  1. Kekurangan Zat Besi

Zat besi merupakan salah satu zat dalam tubuh manusia yang sangat dibutuhkan untuk produksi darah, mengangkut oksigen dari paru paru menuju jaringan dan juga membawa elektron dalam proses pembentukan energi dalam sel. Kekurangan zat besi ini menjadi salah satu penyebab utama dari penyakit anemia karena menghambat produktivitas sel darah merah sehingga jadi menurun.

  1. Disfungsi Penyerapan Zat Besi

Kekurangan zat besi dalam tubuh seringkali dianggap bisa terjadi karena kurang mengkonsumsi makanan yang bisa menambah darah atau suplemen penambah darah. Akan tetapi, penyebab dari anemia juga bisa terjadi karena tubuh tidak dapat menyerap zat besi dengan baik. Saat ini terjadi, tubuh akan mengikat zat besi sehingga tidak dapat di serap oleh tubuh. Oleh karena itu, zat besi tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang bisa mengikat zat besi seperti kacang kacangan, nasi, teh, bawang merah, cabai, kopi, wortel, ubi dan berbagai makanan pengikat zat besi lainnya.

  1. Kurangnya Pembentukan Sel Darah Merah

Pembentukan sel darah merah atau eritrosit terjadi pada hati, limpa dan juga kelenjar sumsum tulang yang dirangsang oleh hormon eritropoitein. Sel pembentuk darah merah yakni hemositoblas adalah sel batang myeloid yang ada di dalam sumsum tulang belakang yang kemudian akan membentuk eritrosit serta megakariosit atau keping darah. Apabila tubuh mengalami hambatan dalam membentuk sel darah merah, maka bisa menyebabkan seseorang terkena anemia yakni jenis aplastik.

  1. Pendarahan

Apabila seseorang mengalami pendarahan, maka ini juga bisa mengakibatkan  dampak anemia yang biasanya terjadi pada wanita. Pendarahan ini umumnya akan terjadi saat seorang wanita sedang stress atau terjadi peningkatan hormon estrogen dan juga kecelakaan.

  1. Kelainan Antibodi

Antibodi atau gamma globulin merupakan glikoprotein yang memiliki struktur tertentu dan di sekresi oleh sel B dan berubah menjadi sel plasma. Antibodi yang tadinya memiliki fungsi melindungi sel darah merah malah berubah menjadi penghancur sel darah merah dalam tubuh. Aoabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan seseorang mengalami anemia dan kasusnya di Indonesia sudah mencapai 20 persen.

  1. Menstruasi

Secara normal, setiap wanita memang akan mengalami menstruasi setiap bulannya. Namun, untuk banyaknya darah kotor yang dikeluarkan setiap wanita berbeda beda. Darah kotor yang keluar ini membuat kadar zat besi menurun dan akhirnya timbul anemia.

  1. Mimisan

Mimisan yang merupakan pecahnya pembuluh darah halus dalam hidung bisa terjadi karena sistem imun tubuh yang menurun, terbentur, udara yang terlalu panas atau dingin dan beberapa penyebab lainnya. Mimisan yang berlangsung lama atau sering, maka juga menjadi penyebab dari terjadinya anemia.

  1. Pembuluh Darah Pecah

Pembuluh darah bisa pecah karena penyakit kronis seperti stroke atau jantung yang membuat penyumbatan serta pengerasan pembuluh darah. Saat pembuluh darah pecah, maka terjadi kekurangan zat besi yang ikut keluar bersama darah dan akhirnya terjadi anemia.

Sponsors Link

  1. Kurang Gizi dan Nutrisi

Tidak hanya zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk produksi sel darah merah, namun ada beberapa nutrisi lainnya yang juga dibutuhkan tubuh seperti vitamin penambah darah yakni vitamin B12, asam folat dan juga vitamin C. Apabila tubuh kekurangan 3 jenis vitamin ini, maka seseorang juga bisa terkena anemia.

  1. Kelainan Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang merupakan salah satu tempat untuk produksi sel darah merah. Saat terjadi kelainan pada sumsum tulang belakang, maka kelainan darah yakni anemia aplastik bisa terjadi sehingga diharuskan untuk mengkonsumsi makanan untuk penderita anemia aplastik supaya anemia bisa disembuhkan

Gejala Anemia

Saat anemia yang dialami masih berada dalam tahap ringan, kemungkinan tidak akan menimbulkan gejala yang bisa terlihat atau dirasakan penderita. Akan tetapi, jika anemia semakin berkembang dan terjadi terus menerus, maka akan ada beberapa gejala yang bisa dilihat serta dirasakan seperti:

  1. Sakit Kepala

Sakir kepala adalah Timbulnya sakit kepala atau migrain pada saat menstruasi sudah dibuktikan dalam penelitian jika itu membuktikan terjadi penurunan kadar zat besi dan menjadi gejala anemia yang bisa dirasakan para wanita.

  1. Denyut Jantung Tidak Beraturan

Denyut jantung yang berdetak tidak teratur juga menjadi pertanda penyakit anemia sebab jantung kekurangan oksigen. Pada saat melakukan pengukuran denyut jantung dan detak jantung terlalu cepat, maka kemungkinan besar orang tersebut menderita anemia.

  1. Kuku Menjadi Rapuh

Kuku yang rapuh dan gampang sobek merupakan pertanda jika tubuh menderita asam perut yang buruk dan ini menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap vitamin B12 dengan baik. Selain itu, asam lambung juga berperan penting dalam penyerapan zat besi dan akhirnya timbul anemia.

  1. Kerontokan Rambut

Kerontokan rambut, patah patah, bercabang dan kering juga menjadi gejala dari anemia sebab ini mengartikan jika tubuh mengalami kekurangan zat besi.

  1. Tangan dan Kaki Terasa Dingin

Saat kemarau atau cuaca panas namun bagian tangan dan kaki tetap terasa dingin maka menjadi tanda umum lainnya dari penyakit anemia dan kekurangan zat besi. Rasa dingin pada tangan dan kaki ini juga bisa terjadi pada penurunan fungsi tiroid dimana kadar zat besi sangat rendah.

  1. Lemah dan Lesu

Lemah dan lesu juga menjadi gejala umum dari anemia yang terjadi karena kekurangan zat besi, asam folat yang rendah serta vitamin B12 yang juga rendah. Apabila tubuh kekurangan beberapa mineral dan vitamin ini maka akhirnya terjadi anemia megaloblastik.

  1. Pucat

Perubahan warna kulit yang menjadi pucat juga menunjukkan jika anda menderita anemia. Bagian wajah, kulit, bawah mata dan juga bibir akan terlihat pucat karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh.

  1. Perut Terasa Mulas

Mulas yang sering dikatakan terjadi karena tingkat asam lambung juga bisa terjadi karena tubuh kekurangan zar besi serta vitamin B12. Tidak hanya penderita maag saja namun juga menjadi gejala dari anemia.

  1. Banyak Tumbuh Uban

Melanin merupakan zat pemberi warna pada rambut dan jumlah melanin pada tubuh ini akan semakin menurun seiring bertambahnya umur. Sel yang menghasilkan melanin yakni melanosit akan menurun seiring bertambahnya usia dan akhirnya rambut kehilangan pigmentasi dan menjadi gejala dari anemia selanjutnya.

ads

Pengobatan Anemia

Untuk mengobati anemia, sebenarnya bisa dilakukan dengan mengkonsumsi berbagai makanan yang mengandung zat besi, asam folat dan berbagai vitamin serta mineral pembentuk darah lainnya seperti ulasan berikut ini.

  1. Bit

Bit merupakan makanan penambah darah sangat berkhasiat dikonsumsi untuk mengatasi kekurangan zat besi yang menjadi penyebab anemia. Dalam bit mengandung zat besi yang sangat tinggi, potassium, belerang, serat, kalsium serta vitamin yang baik untuk membersihkan tubuh sekaligus memberikan suplai oksigen lebih banyak sehingga produksi sel darah merah bisa ditingkatkan.

  • Campur 1 bit bersama dengan 3 wortel dan 1 1/2 ubi ke dalam blender dan konsumsi jus tersebut sebanyak 1 kali sehari.
  • Cara lainnya adalah dengan mengkosnsumsi bit sebagai salad dan sayuran bersama dengan kulit bit yang mengandung kadar zat besi tinggi.
  1. Bayam

Bayam yang merupakan sayuran berwarna hijau ini juga menjadi obat terbaik penderita anemia. Ada beberapa nutrisi penting dalam bayam yang bisa menyembuhkan anemia yakni asam folat, vtamin B12 dan juga zat besi. Dalam 1 1/2 cangkir bayam bisa mencukupi kebutuhan zat besi tubuh per hari sampai 35 persen dan juga 33 persen kebutuhan asam folat.

  • Konsumsi bayam sebanyak 2 kali sehari sebagai sayur bening, tumis atau beberapa masakan lain.
  • Cara lainnya adalah dengan mencampur 1 gelas jus bayam dengan 2 sendok teh madu dan dikonsumsi sebanyak 1 kali sehati.
  1. Delima

Delima merupakan buah yang tinggi akan zat besi serta beberapa mineral penting seperti kalsium, magnesium serta vitamin C yang membantu tubuh untuk menyerap zat besi lebih baik dan akhirnya sel darah merah bisa di produksi lebih banyak sekaligus meningkatkan kadar hemoglobin.

  • Campur 1 cangkir jus buah delima dengan 1 sendok teh bubuk kayu manis lalu tambahkan dengan 2 sendok teh madu. Konsumsi campuran ini setiap hari sebelum sarapan.
  • Cara kedua, campur 2 sendok teh ekstrak bubuk delima dengan 1 gelas susu hangat dan konsumsi sebanyak 2 kali sehari.
  1. Wijen Hitam

Wijen juga baik untuk mengobati anemia karena mengandung zat besi yang tinggi dan menyediakan hampir 30 persen kebutuhan zat besi harian dalam tubuh.

  • Rendam 2 sendok makan wijen hitam dalam air selama 2 sampai 3 jam lalu saring dan haluskan hingga menjadi pasta.
  • Tambahkan dengan 1 sendok makan madu lalu aduk rata dan konsumsi sebanyak 2 kali sehari.
  • Cara kedua, rendam biji wijen hitam dalam air hangat selama 2 jam lalu haluskan hingga menjadi pasta dan saring.
  • Campurkan pasta tersebut dengan 1 cangkir susu hangat lalu tambahkan madu dan konsumsi 1 kali sehari.
  1. Kurma

Kurma menjadi pengobatan anemia nikmat dan menjadi sumber zat besi serta vitamin C yang dibutuhkan untuk penyerapan zat besi dalam tubuh.

  • Rendam 2 buah kurma dalam 1 cangkir susu selama 1 malam dan makan kurma serta minum susu tersebut saat perut masih kosong.
  • Cara kedua, makan beberapa buah kurma di pagi hari sebelum sarapan dan minum 1 gelas susu hangat.
  1. Apel

Apel memiliki banyak kandungan nutrisi termasuk zat besi yang penting untuk menyembuhkan anemia. Anda hanya perlu mengkonsumsi apel setiap hari dan usahakan untuk mengkonsumsi apel hijau atau apel malang bersama dengan kulitnya. Cara lainnya adalah mencampur jus apel dengan sedikit madu dan konsumsi sebanyak 2 kali sehari.

  1. Pisang
  • Pisang menjadi jenis buah buahan penambah darah yang bagus dikonsumsi untuk mencegah anemia. Dalam buah pisang juga mengandung zat besi tinggi yang bisa merangsang produksi dari hemoglobin serta berbagai enzim penting yang dibutuhkan untuk produksi sel darah merah. Selain itu, buah pisang juga menjadi sumber magnesium yang sangat membantu dalam sintesis hemoglobin.
  • Konsumsi 1 pisang matang yang dicampur dengan madu sebanyak 2 kali sehari.
  • Cara kedua, campur pisang dengan madu dan 1 sendok makan amla lalu konsumsi sebanyak 2 sampai 3 kali sehari.
  1. Kismis

Kismis juga memiliki kandungan zat besi serta vitamin C tinggi yang terbukti ampuh untuk mengatasi anemia. Sedangkan vitamin C berguna untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi, meningkatkan sel darah merah serta hemoglobin.

  • Rendam 10 sampai 12 kismis dalam air selama 1 malam. Esok paginya konsumsi air tersebut
  • Cara kedua adalah mengkonsumsi kismis saat perut kosong sebelum sarapan dan lakukan selama 3 minggu.
  1. Daun Katuk

Daun katuk merupakan sayuran yang tidak hanya baik dikonsumsi ibu menyusui supaya kuantitas ASI semakin baik, namun juga ampuh untuk mengatasi anemia. Dalam daun katuk mengandung zat besi, fosfor, magnesium, vitamin B, vitamin C, vitamin A, kalium serta kalsium yang sangat baik dikonsumsi untuk meningkatkan produksi darah merah serta melancarkan sirkulasi darah.

  1. Bawang Putih

Salah satu bumbu dapur ini juga sangat disarankan untuk dikonsumsi penderita anemia. Dalam bawang putih mengandung vitamin C, kalsium, zat besi serta karbohidrat yang semuanya ini dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh.

  1. Leunca

Leunca yang sering dikonsumsi pada masakan Sunda ini ternyata juga sangat ampuh untuk menyembuhkan anemia. Beberapa nutrisi dalam leunca seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, solanin, solasodin, solanidin, saponin, atropin, diosgenin, tigogenin, zat samak, kalori, lemak, protein, kalsium dan kalium sangat baik dikonsumsi untuk melancarkan peredaran darah serta meningkatkan produksi sel darah merah.

  1. Tomat

Mengkonsumsi lebih banyak vitamin c juga menjadi cara terbaik untuk menyembuhkan anemia seperti yang terkandung dalam tomat. Tomat memiliki banyak kandungan vitamin C serta likopen yang sangat baik dikonsumsi untuk meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh.

  1. Konsumsi Daging Merah

Cara mengatasi penyakit anemia berikutnya adalah lebih banyak mengkonsumsi daging merah tanpa lemak karena juga mengandung zat besi tinggi. Meskipun daging merah mengandung kolesterol yang cukup tinggi, akan tetapi apabila dikonsumsi dalam porsi yang tepat yakni 70 gram setiap hari seperti daging domba, daging sapi, daging babi dan daging kambing yang memiliki banyak zat besi serta protein tersebut juga menjadi asupan sempurna untuk menyembuhkan anemia.

Pencegahan Anemia

Cara terbaik untuk mencegah anemia adalah dengan lebih banyak mengkonsumsi asupan yang mengandung vitamin penting untuk meningkatkan produksi sel darah merah dan juga menghindari beberapa pola hidup buruk sehari hari.

  1. Diet Tinggi Zat Besi

Zat besi bisa diperoleh dari banyak makanan alami yang bergizi dan lebih baik dibandingkan mengkonsumsi suplemen obat penambah darah. Periksa kembali diet yang anda lakukan dan perbanyak makanan yang mengandung zat besi tinggi.

  • Konsumsi daging merah: Daging sapi tanpa lemak dan hati sapi.
  • Makanan laut cangkang keras: Kerang, udang dan tiram.
  • Anek jenis kacang: lentil dan kacang hijau.
  • Konsumsi sayuran hijau: sawi dan bayam.
  1. Tetap Bergerak Aktif

Meskipun asupan makanan yang mengandung zat besi sudah tercukupi, akan tetapi seluruh cat besi tersebut tidak akan di serap secara sempurna dan baru bisa ditingkatkan saat anda tetap bergerak aktif seperti olahraga. Beberapa olahraga dasar seperti berenang, jalan santai, peregangan dan juga joging merupakan beberapa kegiatan yang baik untuk meningkatkan kekuatan otot dan juga stimulasi metabolisme glikogen pada organ hati sehingga aliran darah ke dalam jaringan akan berjalan dengan baik.

Sirkulasi yang baik akan meningkatkan penyerapan zat besi. Lakukan setidaknya 15 sampai 20 menit beberapa olahraga sehingga penyeran zat besi bisa maksimal.

Sponsors Link

  1. Meditasi

Saat seseorang menderita stress terlalu berlebihan dan menimbulkan gekala darah rendah, maka ulkus atau terjadinya peningkatan asam lambung juga akan menghambat penyerapan zat besi. Agar lapisan lambung tetap terjaga dengan baik, maka anda bisa melakukan meditasi yakni dengan fokus pada gambaran mental sebuah sinar atau bernapas sekaligus menenangkan pikiran serta indera anda sehingga stress bisa dikurangi serta mencegah usus berdarah atau pecah yang menjadi penyebab anemia atau komplikasi lainnya.

  1. Lakukan Yoga

Latihan pernapasan yang sederhana akan meningkatkan aliran energi di dalam tubuh sekaligus meningkatan sirkulasi darah. Dengan lancarnya aliran darah, maka proses penyerapan zat besi  menjadi lebih baik. Yoga merupakan kegiatan yang tepat untuk menghilangkan stress dan mencegah anemia secara alami.

Lakukan teknik pernapasan seperti gerakan anulom vilom , maka silahkan tutup lubang hindung sebelah kiri dengan ibu jari dan tarik napas dari lubang hidung sebelah kanan kemudian tahan selama 3 detik. Ulangi cara ini dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kemampuan.

  1. Hindari Stimulan

Nikotin, cafein, tembakau dan juga alkohol merupakan stimulan yang akan mengganggu proses penyerapan zat besi dalam usus dan tentunya sangat berbahaya. Mengkonsumsi tembakau maka bisa menurunkan kandungan vitamin B12 dalam tubuh sekaligus mencegah penyerapan pada usus. Sementara alkohol juga akan menyebabkan seseorang terkena anemia serta penggunaan beberapa jenis obat seperti cephalosporin, dapsone dan beberapa jenis obat lain.

  1. Perbanyak Vitamin B12

Vitamin B12 yang umumnya terdapat pada produk hewani ini sangat baik dikonsumsi sehingga aliran darah bisa berjalan dengan lacar dan mencegah anemia. Vitamin B12 adalah jenis vitamin yang bisa meningkatkan proses penyerapan zat besi dalam tubuh kemudian akan di serap oleh lambung menuju sel darah merah sehingga hemoglobin bisa terbentuk yang selanjutnya akan sangat membantu jaringan tubuh dalam mendapatkan banyak oksigen serta nutrisi.

  1. Perbanyak Asupan Vitamin C

Mencukupi zat besi saja belum cukup untuk mencegah anemia, namun asupan vitamin C juga haris diperbanyak yang berfungsi untuk mengikat zat besi serta meningkatkan proses penyerapan dari lambung menuju aliran darah. Beberapa makanan yang tinggi vitamin C dan baik untuk dikonsumsi adalah jeruk, asem jawa, lemon, kiwi, jambu biji dan juga tomat.

  1. Perbanyak Asupan Asam Folat

Defisiensi asam folat juga bias menyebabkan anemia sehingga asupan makanan yang mengandung asam folat juga harus terpenuhi. Asam folat adalah jenis vitamin B yang bisa ditemukan dalam makanan nabati selain produk hewani. Untuk beberapa makanan sumber asam folat yang baik dikonsumsi adalah sayuran berwarna hijau seperti bayam dan sawi, mengkonsumsi sereal, kacang dan polong polongan, pisang, kacang tanah, brokoli serta hati sapi.

  1. Hindari Kekurangan Zat Besi

Penipisan zat besi bisa terjadi pada saat tubuh kehilangan banyak darah, maka zat besi yang ada dalam darah juga ikut terbuang. Ulkus, polip dan penyakit crohn yang terjadi pada usus akan membuat darah terus keluar lewat feses sehingga sangat baik untuk dihindari. Selain itu, wanita yang sedang mengandung atau sedang menyusun program kehamilan maka harus konsultasi dengan dokter untuk mengetahui asupan yang dibutuhkan tubuh dalam mencegah anemia sekaligus menghindari pantangan makanan untuk penderita anemia.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Anemia