Sponsors Link

Leukositosis – Definisi, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya

Sponsors Link

Pada artikel kali ini kita akan banyak membahas tentang Leukositosis (definisi, gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan) secara menyeluruh. Kita tahu manfaat transfusi darah sangat besar terlebih manfaat transfusi trombosit ataupun kenaikan leukosit. Namun segala sesuatu yang berlebihan tidak akan memberikan efek baik. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mengenai apa itu leukositosis dan bagaimana cara mengatasinya.

ads

Definisi Leukositosis

Leukositosis adalah kondisi dimana terjadi kenaikan jumlah sel darah putih (leukosit) dalam darah yang melebihi ambang normal. Seperti kita ketahui bahwa sel darah putih dalam darah manusia berfungsi untuk melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh sehingga tidak terjadi infeksi atau secara singkatnya sel darah putih berperan menjadi protector bagi tubuh manusia (sistem imun atau kekebalan tubuh).

Manusia sendiri memiliki jumlah normal sel darah putih yang diukur per microliter darah berdasarkan rentang usia dengan ketentuan dasar sebagai berikut :

  1. Bayi yang baru lahir = 9.400 – 34.000 (sel/μL darah)
  2. Balita (3 – 5 tahun) = 4.000 – 12.000 (sel/μL darah)
  3. Remaja (12 – 15 tahun) = 3.500 – 9.000 (sel/μL darah)
  4. Dewasa (15 tahun ke atas) = 3.500 – 10.500 (sel/μL darah)
  5. Wanita hamil (trimester tiga) = 5.800 – 13.200 (sel/μL darah)

Gejala Leukositosis

Pada dasarnya gejala leukositosis berbeda dengan gejala kanker darah, namun dapat ditandai dengan munjulnya gejala-gejala seperti berikut ini :

  • Serangan stroke
  • Terjadi masalah dengan penglihatan anda seperti mata buram
  • Terjadi masalah pada pernapasan
  • Pendarahan pada area mukosa seperti pada bagian mulut, perut, maupun usus
  • Terjadi pendarahan dan memar di tubuh, ini sangat penting untuk mengetahui penyebab memar tanpa benturan
  • Timbul rasa pusing, demam, dan berkeringat berlebihan
  • Mengalami kesemutan di beberapa bagian seperti lengan, perut, maupun kaki
  • Kehilangan nafsu makan yang diikuti oleh menurunnya berat badan
  • Badan sering mengalami kelelahan yang teramat sangat, nyeri, dan gampang lemas.
  • Badan terasa gatal atau kulit muncul ruam

Beberapa gejala di atas perlu untuk diperhatikan selain tidak lupa memperhatikan ciri-ciri infeksi sel darah putih. Jika kita mengalami mayoritas gejala di atas maka disarankan untuk segera menghubungi tenaga medis, dokter, atau tenaga kesehatan lainnya. Dan bila perlu maka kita harus melakukan tes darah di laboratorium untuk pemeriksaan lebih detail. 

Sponsors Link

Penyebab Leukositosis

Jadi sebenarnya apakah penyebab leukositosis itu sendiri? Leukositosis sendiri secara umum disebabkan oleh beberapa hal berikut :

  • Adanya reaksi obat yang menambah kandungan sel darah putih dalam darah
  • Ketika terjadi infeksi reaksi pertama tubuh adalah memproduksi sel darah putih sebagai pelindung atau imunitas tubuh terhadap infeksi. Peningkatan sel darah putih dapat terjadi salah satunya karena hal tersebut.
  • Adanya gangguan pada sumsum tulang
  • Adanya kelainan pada tubuh (sistem imunitas atau kekebalan tubuh memproduksi sel darah putih diluar batas normal)

Namun secara spesifik naiknya produksi sel darah putih atau juga penyebab infeksi sel darah putih dapat terjadi karena beberapa hal berikut, yang terbagi menjadi lima komponen. Perlu kita ketahui bahwa sebenarnya sel darah putih terbagi menjadi lima komponen yakni neutrofil, linfosit, monosit, eosinofil, basofil.

  • Infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, virus maupun jamur pada tingkat akut.
  • Adanya radang tiroid.
  • Adanya asam urat.
  • Penderita mengalami stress akut yang dapat terjadi karena tekanan lingkungan, pekerjaan, maupun masalah pribadi lainnya.
  • Pada wanita hamil hal tersebut dimungkinkan terjadi karena eklampsia, kejang-kejang maupun koma.
  • Infeksi virus seperti campak, gondongan, dan sebagainya
  • Infeksi bakteri kronis, parasit, leukimia, peradangan kronis, dan sebagainya
  • Reaksi alergi, penyakit jaringan ikat
  • Leukositosis juga dapat terjadi karena aktivitas seperti merokok, mengkonsumsi obat-obatan seperti kortikosteroid dan epinefrin, yang mendorong peningkatan produksi leukosit atau sel darah putih.

Selanjutnya untuk memahami leukositosis (definisi, gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan) kita akan membahas tentang bagaimana cara mengobati leukositosis.

ads

Pengobatan Leukositosis

Keadaan meningkatnya produksi sel darah putih atau leukosit pada dasarnya dapat kembali normal seperti sedia kala. Namun hal ini hanya terjadi misalnya pada penderita leukositosis akibat infeksi ataupun konsumsi obat-obatan tertentu. Jika kondisi yang anda alami cukup buruk dan ingin segera di atasi maka anda dapat melakukan hal-hal seperti berikut :

  • Melalui cairan infus intravena, yang merupakan cairan untuk menambah kadar elektrolit yang diperlukan oleh tubuh manusia.
  • Konsumsi obat yang memungkinkan atau ditujukan untuk mengurangi adanya infeksi atau peradangan serta adanya kadar asam di dalam tubuh terutama urine.
  • Leukapheresis, yakni merupakan salah satu cara yang bertujuan untuk mengurangi sel darah putih.
  • Pemberian antibiotik untuk leukositosis yang diakibatkan dari infeksi bakter untuk mengatasi hal tersebut. Sehingga tubuh tidak perlu memproduksi terlalu banyak sel darah putih.
  • Bagi penderita leukositosis akibat adanya penyakit kanker atau autoimun maka yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pengobatan terlebih dahulu terhadap penyakit tersebut. Untuk penyakit autoimun sendiri umumnya digunakan obat seperti steroid ataupun imunosupresan.

Selain menggunakan metode di atas, kita dapat menggunakan obat tradisional kelebihan darah putih. Hal yang paling penting untuk kita lakukan adalah untuk selalu menjaga kesehatan badan. Melalui konsumsi makan-makanan yang bergizi dengan tujuan untuk menambah kekebalan tubuh serta menjaga fisik agar tidak mudah terkena infeksi baik bakteri maupun virus.

Pencegahan Leukositosis

Lalu apa yang harus kita ketahui untuk dapat melakukan pencegahan atau menghindari timbulnya penyakit leukositosis? Seperti kita ketahui sebelumnya leukositosis dapat timbul karena berbagai macam penyebab. Hal utama yang harus kita lakukan agar terhindar atau mengurangi risiko terkena leukositosis adalah dengan menerapkan pola hidup sehat serta jangan lupa memperhatikan ciri-ciri kelebihan sel darah putih, diantaranya :

  • Makan makanan yang bergizi lengkap sesuai dengan porsi tubuh.
  • Makan makanan yang higienis sehingga dapat menghindari tubuh terjangkit virus atau bakteri yang mungkin timbul dari makanan tidak higienis.
  • Jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan dengan seimbang. Karena manfaat keduanya sudah tidak diragukan lagi untuk menjaga fisik agar sehat dan segar.
  • Sebaiknya anda menghindari konsumsi makanan berpemanis atau minuman dengan pemanis. Konsumsi gula atau produk sejenis merupakan musuh terbesar dalam menjaga kesehatan tubuh.
  • Selalu perhatikan lingkungan tempat tinggal anda, jaga kebersihan diri serta lingkungan agar terhindar dari kuman, bakteri, dan virus pembawa penyakit.

Bagi anda yang memiliki balita ada baiknya juga memperhatikan penyebab kelebihan sel darah putih pada balita serta akibat kurang darah merah karena hal tersebut cukup sulit dideteksi. Demikian ulasan yang dapat kami sajikan mengenai Leukositosis (definisi, gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan). Semoga dapat memberikan informasi dan bermanfaat bagi anda. Selalu jaga kesehatan diri dan lingkungan !

Sponsors Link
, , ,