Sponsors Link

17 Obat Penambah Darah Paling Ampuh

Sponsors Link

Obat penambah darah ini bisa menjadi pilihan anda jika sewaktu-waktu anda mengalami kondisi kekurangan darah. Darah memiliki beberapa bagian berbeda. Maka, sebelum memilih obat , anda perlu tahu bagian darah atau sel darah apa yang kurang di dalam tubuh anda. Darah merupakan jaringan penyambung (connective tissue) yang terbentuk oleh beberapa jenis sel darah, yakni di antaranya sel darah merah, sel darah putih, Platelets atau Thrombocytes. Tugas utama dari sel darah merah adalah mengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh jaringan tubuh serta serta membawa gas sisa dalam bentuk karbon dioksida ke paru-paru. Platelets membantu tubuh menghentikan pendarahan. Sel darah putih membantu tubuh melawan infeksi. Darah juga mengalirkan nutrisi atau substansi lain seperti glukosa, hormone, wastes, asam amino, lipids, dan lain sebagainya.(Baca Juga: Penyebab Darah Tinggi)

ads

Sebagai pengantar, mari kita bahas mengenai beberapa macam kekurangan darah. Hal ini bertujuan agar kita dapat terlebih dahulu mengidentifikasi kekurangan darah macam apa yang diderita sehingga nantinya tidak salah dalam memilih jenis obat. Pertaman, salah satu yang umum terjadi adalah kekurangan sel darah merah atau dalam bahasa medis disebut dengan anemia. Anemia ini merupakan kondisi yang mana sel darah merah (hemoglobin) di dalam tubuh jumlahnya berada di bawah jumlah ideal yang dibutuhkan oleh tubuh. Anemi bisa disebabkan oleh menurunnya produksi sel darah merah atau bisa dikarenakan kerusakan pada sel darah merah itu sendiri. beberapa pasien penderita anmia tidak menemukan gejala pada kondisinya. Namun, bebrapa lainnya ditemukan gejala dari anemia yang dideritanya seperti mudah lelah, menjadi pucat, detak jantung yang kencang, sulit bernafas, dan beberapa lainnya.

Yang kedua adalah kekurangan sel darah putih. Leukocytes adalah nama lain dari sel darah putih. ada lima jenis berbeda sel darah putih dan kelompokkan pada dua bagian, yakni Granulocytes dan Agranulocytes. Granulocyetes terdiri dari Basophils, neutrophils, dan eosinophils. Sementara Agranulocytes terdiri dari Lymphocytes dan Monocyetes. Kesemua bagian sel darah putih ini berfungsi untuk melawan infeksi dan menjaga tubuh dari virus atau bakteri. Lantas, kondisi sel darah putih yang berada di bawah angka ideal yang diperlukan tubuh disebut dengan penyakit Leukopenia.

Kemudan, bagian terakhir dari darah adalah Platelets atau Thrombocytes. Kekurangan bagian darah ini, Platelets dan Thrombocytes akan menyebabkan seseorang terserang sejenis pendarahan hebat (bleeding disorders) dan mudah memar. Itulah sebagai gambaran sederhana mengenai darah. Mengetahui ketiganya tentu sekurang – kurangnya akan membantu kita dalam mengidentifikasi kekeurangan darah yang diderita. Sehingga tidak akan terjadi kesalahan mengonsumsi obat.

Sekarang, mari kita lihat beragam obat – obatan yang bisa menambah darah pada tubuh kita. Berikut ini adalah ketujuh belas obat penambah darah.

1. Sangobion

Sangobion adalah obat jenis kapsul. Yang terkandung di dalamnya adalah ferrous gluconate 250 mg, manganese sulfate 0,2 mg, cooper sulfate 0,2 mg, vitamin C 50 mg, asam folat 1 mg, vitamin B12 7,5 mcg, dan sorbitol 25 mg. Semuanya sangat berkhasiat untuk megatasi defisiensi pembentukan sel darah merah dan mengatasi kekurangan zat besi yang menjadi penyebab utama anemia. Sangobion sangat mudah ditemukan di apotik. Di Indonesia, sangobion telah begitu popular. Tidak sedikit publik yang memilih obat ini sebagai asupan penambah darahnnya. Jika tidak salah, harga sangobion hanya Rp. 9.200 per satu strip. Satu stripnya berisi 10 kapsul.(Baca Juga: Obat Herbal Darah Tinggi)

Sponsors Link

2. Tonikum Bayer

Tonikum Bayer merupakan salah satu obat penurun darah yang sudah lama beredar di Indonesia. Obat yang satu ini ada yang berua sirup, ada juga yang berupa kaplet. Di dalamnya, terkandung zat besi, seng, kalsium, vitamin B, vitamin C, dan mangan. Semuanya punya peran dalam meningkatkan kadar darah dalam tubuh. Zat besi mampu membantu mempercepat embentukan sel darah merah atau hemoglobin. Tonikum Bayer sangat mudah ditemukan di apotik-apotik. Harganya berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 26.000. untuk yang sirup, harga tergantung dari pada ukuran botolnya. Salah satu kelebihan lain dari obat ini, ibu hamil dan ibu menyusui dibeperbolehkan untuk meminumnya karena Tonikum Bayer aman bagi mereka. Bahkan banyak yang menganjurkannya berkenaan dengan khasiat Tonikum Bayer lainnya yang bisa memulihkan kondisi ibu hamil dan menyusui serta memperlancar ASI.

3. Sakatonik Liver

Obat berikutnya adalah Sakatonik Liver. Obat yang satu ini merupakan obat yang tersusun dari vitamin B1, vitamin B6, nikotinamid, Ca-pantotenat, Na-hipopospat, Mn-sulfat, ferro-sulfat, dan multivitamin. Sakatonik Liver berkhasiat untuk menambah darah atau memberikan mineral yang membantu proses pembentukan sel darah merah yang baru. Selain itu, obat ini juga bermanfaat untuk mengatasi gejala letih dan juga lesu. Dosis yang digunakan pada sakatonik liver sama dengan tonikum bayer, 1 kali (5 ml) dalam sehari. Sakatonik liver juga tidak susah ditemukan di apotik-apotik. Untuk sakatonik liver 100 ml dibandrol dengan harga Rp 8.900 dan untuk yang 310 ml, harganya Rp 27.000.

Baca Juga:

4. Hemobion

Obat  lainnya yang sangat mudah ditemukan di apotik adalah heobion. Di dalamnya terkandung Fe-sucrose, kalsium karbonal, dan vitamin B kompleks. Hemobion biasanya menjadi pilihan wanita yang baru melahirkan dan menyusui. Kita tahu bahwa ibu melahirkan itu, dalam prosesnya, kehilangan begitu banyak darah. Maka, mereka mereka membutuhkan asupan, terasuk obat, yang bisa menambah dan mempercepat pembentukan sel darah mereka. Nah, hemobion biasanya menjadi salah satu obat yang banyak dikonsumsi oleh ibu-ibu yang baru melahirkan tersebut.obat ini bbisa dikonsumsi sebanyak satu kapsul per harinya. harganya pun cukup terjangkau. Hanya di kisaran Rp 17.500 per strip.

5. Livron B.Plex

Obat yang satu ini merupakan kombinasi vitamin B kompleks, zat besi, dan vitamin dalam berntuk tablet berlais gula. Livoron B plex juga dapat membantu penyerapan zat besi menjadi meningkat. Zat besi nantinya dapat membantu membentuk sl darah merah menjadi lebih cepat. Dari sana, jumlah sel darah merah atau hemoglobin pun bakal meningkat sehingga anemia atau kondisi kekurangan darah bukan tidak mungkin akan lebih cepat terpulihkan. Livoron B plex bisa dikonsumsi seharinya satu kapsul. Harganya cukup murah, paling murah dibandingkan dengan obat sejenis lainnya, yakni Rp 3000 per strip.

6. Hufabion

Hufabion lebih terkenal sebagai salah satu obat bagi ibu yang baru melahirkan, ibu yang tengah mengandung, atau ibu yang sedang dalam massa menyusui. Selain itu, hufabion juga sangat cocok menjadi pilihan anda yang sedang datang bulan. Hufabion mengandung banyak zat besi dan berbagai multivitamin lainnya yang mana tentunya dapat membantu meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah. Obat ini cukup mudah ditemukan di apotik- apotik di seluruh Indonesia. Obat yang satu ini harganya sangat terjangkau, yaitu Rp 3.200 untuk satu strip.

Baca Juga:

ads

7. Maltofer

Maltofer merupakan obat tablet kunyah. Dosis pemakaiannya disesuaikan dengan kondisi anemia yang diderita. Jika kondisi anemianya ringan atau sementara, makadosisnya cukup satu tablet selama dua atau tiga hari. Dilakukan begitu Selma kurang lebih lima bulan hingga hemoglobin atau sel darah merahnya mencapai angka yang normal. Namun, untuk kondisi anemia yang sudah laten, maka dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini sebanyak satu tablet ssehari. Kandungan yang ada di dalam Maltofer sendiri adalah 100 mg zat besi per satu tablet kunyahnya.

8. Nefrofer INJ

Obat penambah darah berikutnya adalah Nefrofer INJ. Obat yang satu ini merupakan obat anemia yang digunkan secara khusus bagi pasien yang mengalami hemoodialiasis kronis. Nefrtofer INJ dikemas dalam bentuk injeksi dan diberikan khusus kepada pasien yang tengah menjalani terapi eritropoietin. Kandungan Nefrofer INJ adalah Fe sucrose. Dosis penggunaannya, untuk dewasa dan lanjut usia, bisa menggunakannya tiga kali seminggu dengan kadar 10 mg. untuk penyajiannya adalah berupa injeksi. Apabila anda menggunakan obat ini, perlu diperhatikan juga cara penyimpanannya. Nefrofer INJ harus disimpan pada suhu ruangan dan terlindungi dari sinar matahari langsung. Selain itu, berhati-hatila untuk penggunaan pada anak di bawah 18 tahun, wanita hamil, dan menyusui.

9. Adfer

Obat yang satu ini digunakan untuk menyembuhkan anemia, kekurangan zat besi, anemia karena trauma atau endogen, anemia hemoragik selama masa pertumbuhan, usia lanjut dan masa penyembuhan, hamil, menyusui, dan anemia karena malnutrisi atau diet. Kandungan yang terdapat di dalam adfer per kapsulnya adalah ferum gluconate 250 mg, manganese sulfate 200 mcg, cooper sulfate 200 mcg, vitamin C 50 mg, folic acid 1.000 mcg, vitamin B12 7,5 mcg, dan sorbitol 25 mg. Pada awal penggunaan, anda cukup mengonsumsinya satu hingga dua kapsul per hari.

10. Biosanbe

Biosanbe merupakan salah satu obat yang berkhasiat untuk menormalisasi sel – sel darah merah atau hemoglobin di dalam tubuh dan jaringan saraf. Selain itu, obat yang satu ini juga mampu meproduksi sel – sel darah dan trombosit di dalam tubuh. Di dalam obat ini terkandung ascorbic acid, cupric sulphate, folic acid, sorbitol, manganese sulfate, ferrous gluconate, dan cyanocobalamin. Dalam penggunaanya, anda harus memperhatikan dosis pemakain. Dianjurkan juga untuk mengkomunikasikan obat yang anda konsumsi ini, misalnya bosanbe, kepada dokter agar tidak terjadi dampak negatif yang tidak diinginkan.

Baca Juga:

11. Sangotonik

Sangotonik adalah obat yang berbentuk kapsul. Khasiatnya adalah sebagai obat atau vitamin penambah darah. Di dalamnya terkandung ferrous gluconate sebanyak 250 mg, manganese sulfate 0,2 mg, cooper sulfate 0,2 mg, vitamin C 50 mg, folic acid 0,4 mg, vitamin B12 7,5 mcg, dan sorbitol sebanyak 25 mg. Sangatonik dianjurkan dikonsumsi untuk tubuh yang kekurangan hemoglobin karena obat ini, seperti yang sudah disebutkan, mengandung zat besi tinggi serta asam folat dan vitamin B kompleks yang sangat diperlukan dalam pembentukan hemoglobin sehingga membantu pemulihan kondisi kekurangan darah. Selain itu, sangotonik juga mengandung viamin dan mneral lannya yang berguna untuk kesehatan tubuh. Dosis pemakainnya, ando cukup mengonsumsi satu kapsul per harinya. simpan di ruangan bersuhu di bawah 30 derajat Celsius. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa sangotonik tidak diperkenankan diberikan pada pasien yang mengalamai tranfusi darah berulang atau anemia yang bukan dikarenakan kekurangan zat besi.

12. Recombinant human erythropoietin

Obat ini digunakan sebagai penambah darah pada pasien anak – anak dan dewasa penderita gagal ginjal kronk, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, insufisiensi ginjal, penurunan kebutuhan transfuse pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi, dan gejala pada pasien yang terinfeksi HIV yang diobati dengan zidovudin, serta pasien yang membutuhkan tranfusi (ketergantungan tranfusi). Khasiat dari Recombinant Human Erythropoiten ini jelas untuk emningkatkan kadar sel darah merah dan mencegah penurunan kadar hemoglobin pada pasien yang akan menjalanni bedah tumor. Namun perlu diingat, Recombinant Human Erythropoiten tidak dianjurkan bagi pengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tak terkendali, hipersensitif terhadap produk derivate sel hewan mamalia atau albumin manusi, kejang, epilepsy, gagal hati kronik, kanker, ibu hamil, dan ibu menyusui.

13. Methoxy Polyethylene Glycol dan Epoetin Beta

Obat yang satu ini khusus digunakan untuk menambah sel darah merah atau hemoglobin pada penderita ginjal kronis dengan cara memberi sinyal pada sumsum tulang untuk membuat sel – sel darah merah. Kemudian, epoetin beta juga dianjurkan hanya untuk pengobatan simptomatik anemia ginjal pada pasien sebelum dialysis. Selain itu, epoetin beta berfungsi mencegah anemia pada bayi premature. Epoetin beta berfungsi pila seagai pencegah dan pengobatan anemia pada ada orang dewasa pengidap tumor solid yang diobati dengan kemoterapi platinum dasar di mana hal tersebut cenderung menyebabkan anemia. Perlu dierhatikan, Methoxy Polyethylene Glycol dan Epoetin Beta tidak dianjurkan dikonsumsi bagi seseorang dengan hipertensi tidak terkontrol, sedang dalam bulan terapi, infark miokard atau stroke, angina pectoris tidak stabil, dan seseorang dengan risiko thrombosis vena dalam. Obat ini memiliki efek samping sakit kepala, nyeri pada tubuh, diare, dan muntah.

Baca Juga:

14. Lenograstim

Lenograstim adalh obat penambah sejenis sel darah putih auatu neutrofil. sel darah putih sendiri berfungsi untuk melawan infeksi yang rata – rata disebabkan oleh bakteri atau jamur. Obat ini bakal mengurangi durasi neutropenia dan komplikasi pada pasien yang menjalani transplantasi sumsum tulang atau kemoterapi sitotoksik dengan neutropenia afebril. Namun, seperti kebanyakan obat, lenograstim memiliki sejumlah efek samping, yaitu diare, ruam kulit, nyeri perut, mual, muntah, sakit kepala, nyeri tulang, dan lain-lain.

15. Filgrastim

Filgrastim berfungsi sama seperti Lenograstim, yaitu untuk menambah sejenis sel darah putih. Filgrastim mampu menurunkan durasi neutropenia pada penderita tumor. Namun obat ini tidak dianjurkan dikonsumsi oleh pasien dengan gangguan ginjal atau hati berat, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak. Efek samping yang ditimbulkan oleh fildrastim adalah sakit perut, gusi berdarah, diare, susah bernafas, pusing, wajah bengkak, sakit kepala, mual, muntah, demam, nyeri punggung, kulit pecah, susah buang air kecil, sakit tenggorokan, urin berwarna merah atau gelap, dada sesak, dan kelelahan.

16. Pegfilgrastim

Satu lagi obat penam sel darah putih. tak begitu berbeda dengan dua obat sebelunya. Yang membedakan hanya pengonsumsinya. Pegfilgrastim berfungsi menurunkan durasi neutropenia dan insiden neutropenia febril pada pasien kemoterapi sitotoksik. Efek yang ditimbulkan oleh pegfilgrastim adalah using, demam, nyeri tulang, sendi, otot, dan kaki, panas dingn, batuk, sakit tenggorokan, bisul, luka, dan bintik putih di mulut.

17. Recombinant Human Granulocyte Colony Stimulating Factor

Obat penambah darah yang terakhir adalah Ini adalah Recombinant Human Granulocyte Colony Stimulating Factor. Ini juga adalah obat yang berfungsi menambah sel darah putih. Recombinant Human Granulocyte Colony Stimulating Factor tidak dianjurkan bagi pasien yang hipersensitif terhadap obat filgrastim atau produk G-CSF dan menderita leukemia. Untuk efek sampingnya, obat ini bisa berefek pada syok, ruam, mual, muntah, sindrom gawat pernapasan akut, dan beberapa lainnya.

Baca Juga:

Sponsors Link

Itu dia tujuh belas obat penambah darah yang bisa anda pilih salah satunya. Memang, tidak sedikit orang berhasil mengobati penyakit kekurangan darahnya hanya dengan mengonsumsi obat. Namun itu tidak berarti bahwa dengan mengonsumsi obat – obatan ini maka anda akan pulih sutuhnya. Ada banyak hal yang mesti diperhatikan agar anda mendapat hasil optimal. Jangan sampai, mengonsumsi obat justru kemudian anda mendapat masalah baru yang disebabkan oleh efeksamping dari obat yang anda konsumsi tersebut. Pada intinya, berkonsultasi atau memeriksakan anda kepada dokter adalah salah satu jalan terbaik.

Lantas, melanjutkan bahasan di awal – awal paragraf tentang anemia, tentang obat anemia, atau efek samping dari obat tersebut agar upaya penyembuan anda berjalan optimal dan bisa terhindar dari sesuatu yang justru tidak anda harapkan.

Sel – sel darah merah atau hemoglobin, yakni bagian utama sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen, yang kurang dari pada seharusnya merupakan penyebab utama dari anemia atau kekurangan sel darah merah ini. Hal itu mengakibatkan sel – sel dalam tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

Selin itu, ada juga yang disebut dengan Neutropenia, bagian dari sel darah putih. Neutropenia ini merupakan kondisi di mana jumlah neutrofil di dalam tubuh berada pada jumlah yang rendah atau abnormal. Neutrofil berfungsi untuk membantu melawan infeksi, terutama yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Yang terakhi yang ketiga, sudah tertulis di ermulaan artikel ini, yaitu kekurangan Platelet atau Thrombocytes. Secara garis besar, obat – obatan  penambah darah adalah obat – obatan yang disebut dengan hermatopoietik, yaitu obat yang terkait dengan produksi semua jenis sel darah.

Lebih lanjut, ini adalah kondisi kekurangan darah lain berkenaan dengan jenis sel darahnya. Pertama, Myelosuppression. Ini adalah kondisi menurunnya produksi sel darah yang mana dapat menyebabkan kekurangan darah. Yang kedua adalah Pancytopenia, yaitu kondisi saat sel darah merah, platelets, dan sel darah putih berjumlah rendah. selanjutnya adalah anemia. Anemia merupakan kondisi kekurangan sel darah merah. Ketiga adalah Thrombocytopenia, yakni kekurangan platelets. Kemudian Leukopeia, yaitu pengurangan jumlah total pada sel darah putih. Selanjutnya ada Neutropenia, kekurangan salah satu jenis sel darah putih yang bernama neutrophils. Yang terakhir ada Granulocytopenia. Ini adalah kekurangan jumlah granulocytes, kelompok dari sel darah putih, termasuk neutrophils, basophils, dan eosinophils.

Baca Juga:

Obat  penambah darah di atas sebaiknya anda komunikasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Anda juga mesti tahu kondisi kekurangan darah seperti apa yang anda derita sehingga tidak akan salah dalam memilih obatnya. Maka dari itu, tidak bisa tidak bagi anda untuk memerikasakan diri anda ke doketer, karena dengan demikian anda akan tahu kekurangan darah bagian mana-mananya. Sebab, tidak cukup mudah juga mengidentifikasi masalah kekurangan darah anda hanya dengan melihat atau memprediksi dari gejala yang anda rasakan. Jika salah memilih obat, bukan sehat yang dirasa, tapi justru sesuatu yang tidak harapkan yang bakal menimpa. Namun yang lebih penting dari semua ini adalah mencegah diri dari kondisi kekurangan darah. Ada banyak hal yang bisa mencegah diri anda dari kekurangan darah. Yang paling baik adalah memperhatikan seluruh aspek gaya hidup anda mulai dari pola makan, kandungan nutrisi pada kudapan anda, hingga aktivitas fisik lainnya. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa pencegahan merupakan sebaik – baik pengobatan.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan