Sponsors Link

15 Penyebab Darah Rendah yang Belum Banyak Diketahui

Sponsors Link

Penyakit tekanan darah rendah (hipotensi) adalah sebuah penyakit yang saat ini sudah menjadi penyakit umum diderita oleh masyarakat. Walaupun keberadaannya masih terbatas jika dibandingkan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) namun penyakit ini harus terus diantisipasi kehadirannya. Penyakit tekanan darah rendah yang tidak teratasi dengan baik akan menimbulkan masalah yang lebih serius di dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui penyebab serta cara penanganan penyakit ini dengan baik dan benar.

ads

Tekanan darah rendah memiliki konsep kerja yang sama dengan tekanan darah tinggi. Pada dasarnya, kedua penyakit ini berkaitan dengan tekanan aliran darah ke dinding arteri atau pembuluh darah manusia setelah dipompa oleh jantung. Tekanan darah dinilai sangat penting bagi tubuh manusia. Kepentingan tekanan darah ini berkaitan dengan penyebaran nutrisi yang harus dialirkan ke seluruh tubuh manusia. Dengan tekanan darah yang normal maka nutrisi akan tersebar dengan normal ke seluruh tubuh.

Namun demikian, kelainan seringkali terjadi dalam penyebaran darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pemasalahan yang umum terjadi adalah tekanan darah yang terlalu kuat sehingga disebut dengan tekanan darah tinggi. Sebalikya, tekanan darah yang terlalu rendah disebut dengan tekanan darah rendah. Rendahnya tekanan darah ini dinilai sebagai sebuah kondisi abnormal dalam persebaran atau peredaran darah ke seluruh tubuh.

Baca Juga:

Pada umumnya, tekanan darah manusia memiliki ukuran normal di dalam angka 120/80 mmHg. Dengan kata lain tekanan darah harus senilai 120 mmHg saat jantung kontraksi dan senilai 80 mmHg ketika jantung relaksasi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, normalnya tekanan darah akan membuat sistem peredaran darah juga normal. Hal ini membuat nutrisi penting dapat tersebar ke seluruh bagian tubuh. Selain itu, tekanan darah yang normal akan memastikan bahwa seluruh organ vital tubuh teraliri darah dengan baik.

Oleh sebab itu, tekanan darah rendah merupakan suatu kondisi di mana darah tidak memberikan tekanan yang berarti kepada pembuluh darah. Kondisi tidak adanya tekanan yang berarti dari darah ke pembuluh darah disebabkan oleh jumlah pasokan darah yang kurang saat dipompa oleh jantung. Hal ini mengakibatkan asupan darah ke organ vital tubuh menjadi kurang dan dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh.

Timbulnya hipotensi atau tekanan darah rendah di dalam tubuh dapat diakbatkan oleh berbagai macam hal. Angka skala seseorang yang mengalami penyakit tekanan darah renah ialah  di bawah 120/80 mmHg (pada umumnya 90/60 mmHg). Dengan tekanan serendah ini maka darah tidak akan mampu menjalankan fungsinya secara prima sehingga perlu mendapat bantuan atau tansfer darah dari luar tubuh. Transfer darah akan membuat darah di dalam tubuh bertambah kuantitasnya sehingga tekanannya ke pembuluh darah menjadi normal kembali.

Baca Juga:

Gejala dan Tanda Tekanan Darah Rendah Pada Tubuh Anda

Kedatangan penyakit tekanan darah rendah atau hipotensi pada diri manusia dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Manusia harus selalu mewaspadai kedatangan penyakit ini karena penyakit ini dapat membahayakan keberlangsungan hidup manusia. Adapun kedatangan penyakit ini juga disertai dengan gejala-gejala atau tanda khusus yang dapat menjadi prediktor kedatangan penyakit darah rendah ini.

Keberadaan gejala datangnya tekanan darah rendah ini bisa mengganggu kegiatan sehari-hari yang harus dijalankan oleh manusia. Saat Anda mengalami gejala-gejala ini maka Anda sebaiknya lebih berhati-hati karena Anda sedang di dalam kondisi badan yang kurang baik. Kondisi badan yang kurang baik ini tentunya harus Anda benarkan dengan melakukan pengobatan atau mengubah gaya hidup Anda sehingga menjadi lebih sehat.

Kemunculan gejala hipotensi atau tekanan darah rendah ini adalah suatu peringatan bagi tubuh Anda bahwa tubuh Anda sedang dalam kondisi yang kurang baik. Kondisi yang kurang baik ini akan menyebabkan aliran zat atau nutrisi penting bagi tubuh Anda juga terhambat. Jika keadaan ini tidak diatasi dengan segera maka akan timbul hal-hal yang lebih buruk pada diri Anda.

Sponsors Link

Tekanan darah rendah memiliki berbagai macam gejala yang harus Anda waspadai sedini mungkin. Dalam hal ini, gejala-gejala penyakit tekanan darah rendah antara lain:

  • Adanya degup atau denyut jantung yang sangat kencang di lokasi-lokasi persebaran darah;
  • Timbul rasa pusing atau pening di kepala yang disebabkan oleh tidak tersedianya asupan darah yang cukup ke otak;
  • Timbulnya perasaan lemas dan penurunan stamina dalam menjalani kegiatan karena kurangnya asupan oksigen dari darah;
  • Hilang keseimbangan (berkaitan dengan kurangnya asupan oksigen dan darah dari dalam otak);
  • Merasa mual karena pusing yang berkepanjangan;
  • Munculnya keburaman dalam pandangan mata karena kurangnya oksigen dan darah yang tersuplai ke mata;
  • Timbul kepucatan pada wajah karena kurangnya suplai atau masukan darah ke dalam tubuh manusia;
  • Mengalami dehidrasi setiap saat karena kurangnya cairan di dalam tubuh;
  • Nafas cenderung pendek dan patah-patah sehingga membuat asupan oksigen di dalam otak
  • Terjadi collapse atau pingsan karena adanya kekurang suplai nutrisi dan zat-zat berguna dari dalam tubuh

Baca Juga:

Gejala-gejala datangnya penyakit darah rendah ini akan menimbulkan gangguan pada kegiatan sehari-hari manusia. Anda perlu menyadari bahwa jika gejala-gejala ini hadir maka Anda harus melakukan sesuatu sehingga penyakit tekanan darah rendah tidak semakin parah. Adapun beberapa cara untuk mengatasi atau mengantisipasi kemunculan penyakit darah rendah adalah sebagai berikut:

  • Meminum obat penambah darah sehingga ada pemicu peningkatan kuantitas dan kualitas darah di dalam tubuh;
  • Meminum air putih dengan jumlah yang lebih banyak untuk menambah kuantitas cairan tubuh dan memicu pembentukan darah;
  • Mengatur jadwal makan yang lebih teratur dengan porsi yang cukup (frekuensi dan kuantitas makan harus diatur dengan baik sehingga akan didapat keteraturan metabolisme tubuh);
  • Menghindari memakan makanan yang menimbulkan kemunculan gejala tekanan darah rendah itu sendiri, seperti: melon, semangka, timun suri ataupun buah-buahan yang mengandung kadar air yang cukup tinggi;
  • Melakukan istirahat bagi tubuh Anda jika serangan gejala hipotensi atau tekanan darah rendah itu muncul pada diri Anda

Langkah-langkah di atas merupakan sebagian langkah kecil yang dapat Anda lakukan saat gejala tekanan darah rendah muncul. Ada lebih banyak langkah yang bisa Anda terapkan sehingga Anda bisa mengatasi penyakit darah rendah yang menyerang diri Anda. Dengan demikian, Anda akan senantiasa lebih sehat dan dapat menjalankan kegiatan sehari-hari Anda dengan lebih baik lagi.

Penyebab Darah Rendah

Penyakit tekanan darah rendah merupakan sebuah penyakit yang kedatangannya sangat tidak diharapkan oleh banyak orang. Penyakit ini akan menimbulkan berbagai macam masalah yang lebih serius lagi bagi mereka yang mengidapnya. Pengenalan akan penyebab yang dapat memicu kemunculan penyakit ini perlu dipelajari dengan sebaik-baiknya sehingga Anda akan memahami cara mengatasi penyakit tekanan darah rendah ini.

Penyebab penyakit tekanan darah rendah ada bermacam-macam. Semua penyebab ini menimbulkan permasalahan yang dapat membahayakan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, berikut adalah 15 penyebab darah rendah pada diri manusia:

  1. Usia

Semakin hari, manusia akan senantiasa memasuki usia tua. Memasuki usia tua merupakan sebuah faktor alamiah yang tidak dapat lagi dihindari oleh manusia. Manusia tidak dapat memilih untuk terus menjadi muda. Jikalaupun bisa maka cara-caranya justru akan merusak tubuh dan lebih berbahaya bagi kehidupan manusia. Kedatangan penyakit di usia senja merupakan sebuah hal yang lumrah terjadi. Hal ini disebabkan oleh sistem metabolisme tubuh yang kian hari semakin lemah.

Kedatangan tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh faktor usia ini merupakan suatu hal yang wajar terjadi. Namun demikain, Anda harus tetap mewaspadainya karena penyakit ini akan tetap membahayakan diri Anda. Tekanan darah rendah di usia senja ini disebabkan karena berkurangnya mekanisme produksi darah pada manusia sehingga terdapat pengurangan jumlah darah di dalam diri manusia.

Baca Juga:

  1. Pengaruh Obat-Obatan

Hipotensi atau tekanan darah rendah dapat muncul di dalam diri manusia karena adanya pengaruh obat-obatan yang diminum oleh seseorang. Pengaruh obat-obatan sangat besar dampaknya bagi kesehatan manusia. Seseorang dapat mengalami tekanan darah rendah bila terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan yang bersifat antibiotik. Dampak obat yang bersifat antibiotik ini disebabkan oleh kematian sel-sel darah putih yang dianggap menjadi suatu parasit di dalam tubuh manusia.

Sebaliknya, Anda dapat mengatasi pengaruh obat-obatan ini dengan meminum obat yang berfungsi untuk menambah darah pada tubuh Anda. Penambahan darah pada tubuh Anda akan secara otomatis menambah tekanan darah pada dinding pembuluh darah Anda. Dengan demikian, tekanan darah dalam tubuh Anda akan kembali normal.

ads
  1. Faktor Cuaca Udara dan Suhu

Faktor atau penyebab turunnya tekanan darah yang ketiga ini merupakan penyebab eksternal yang sangat berpengaruh bagi tubuh manusia. Cuaca dapat mengakibatkan naik turunnya tekanan darah pada tubuh manusia. Dalam hal ini, cuaca yang bersuhu tinggi akan cenderung membuat tekanan darah manusia menurun. Maka dari itu, tak jarang Anda akan merasa pusing atau pening saat merasa kepanasan. Hal ini disebabkan berkurangnya tekanan darah dan aliran darah yang menuju ke otak.

Selain itu, suhu tubuh manusia juga menentukan tekanan darah yang ada di dalam tubuhnya. Suhu tubuh yang tinggi (panas) akan membuat tekanan darah semakin rendah. Rendahnya tekanan darah ini disebabkan oleh hilangnya darah yang mengalir di suatu bagian tubuh tertentu. Oleh sebab itu, Anda harus segera mengantisipasi dan menstabilkan suhu tubuh Anda.

  1. Dehidrasi / Kekurangan Cairan Tubuh

Dehidrasi juga dapat menyebabkan penyakit darah rendah atau hipotensi. Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kekurangan cairan yang seharusnya dibutuhkannya untuk pekerjaan-pekerjaan krusial. Kurangnya cairan tubuh ini diakibatkan oleh kekurangan minum atau konsumsi cairan yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan demikian, darah akan cenderung mengental dan tidak beregulasi dengan baik ke seluruh tubuh.

Keadaan pengentalan darah akibat adanya dehidrasi akan membuat suplai darah di dalam tubuh berkurang. Darah yang dipompa oleh jantung tidak bisa tersebar dengan merata ke seluruh tubuh. Hal ini mengakibatkan adanya tekanan yang kurang optimal dari darah ke pembuluh darah sehingga muncul penyakit tekanan darah rendah.

Baca Juga:

  1. Anemia

Penyakit kekurangan sel darah merah adalah pengertian dari anemia. Anemia adalah sebuah jenis penyakit yang bisa diidap oleh seseorang karena abnormalitas produksi sel darah merah di dalam tubuh. Kekurangan sel darah merah menyebabkan kuantitas atau jumlah darah sangat minimal daripada kondisi normal. Kekurangan jumlah sel darah dan cairan darah ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan paling penting. Kekurangan cairan darah ini menyebabkan tekanan terhadap pembuluh darah tubuh menjadi kecil.

Kedatangan penyakit anemia dapat Anda antisipasi kedatangannya. Namun demikian, Anda perlu waspada dengan kehadiran penyakit ini karena jika penyakit ini dibiarkan begitu saja maka akan menimbulkan penyakit yang lebih buruk bagi kehidupan Anda.

  1. Penyakit / Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh ketidakmampuan jantung untuk melakukan pempompaan darah. Ketidakmampuan ini disebabkan oleh  kekuatan jantung yang melemah. Hal ini menyebabkan darah tidak bisa teralirkan dengan baik ke seluruh tubuh. Oleh sebab itu, tekanan darah di dalam aliran darah atau pembuluh darah menjadi di bawah standar.

Keberadaan penyakit jantung di dalam diri manusia akan membuat banyak hal terganggu. Mulai dari metabolisme dasar hingga metabolisme kompleks akan mengalami abnormalitas bila seorang manusia mengalami penyakit jantung. Oleh sebab itu, Anda harus senantiasa menjaga kesehatan jantung Anda demi kesehatan diri dan keluarga Anda.

  1. Keadaan Hamil

Kehamillan merupakan hal wajar yang akan dihadapi oleh seorang wanita. Saat sedang hamil, seorang wanita akan mengalami beberapa hal yang lebih berat daripada kehidupan sehari-harinya. Dalam hal ini, jika Anda sedang hamil maka Anda akan memiliki potensi besar untuk mengalami risiko tekanan darah rendah lebih tinggi daripada orang normal.

Pada wanita hamil, potensi penyakit tekanan darah rendah akan lebih besar. Hal ini disebabkan oleh peredaran darah pada wanita hmil akan lebih cepat. Saat peredaran darah lebih cepat ini maka tekanan darah akan semakin rendah. Oleh sebab itu, wanita hamil sering mengalami badan lemas atau kepala yang pusing karena kurangnya asupan atau suplai darah ke otak.

Baca Juga:

  1. Perubahan Hormonal

Hormon merupakan sebuah komponen penting di dalam tubuh manusia. Keberadaan hormon akan menentukan kinerja metabolisme tubuh. Jika di dalam tubuh terdapat gangguan hormon maka akan ada perubahan metabolisme tubuh pula. Jika ada perubahan metabolisme pada tubuh maka akan ada perubahan di dalam komponen-komponen tubuh, salah satunya ialah darah.

Tekanan darah adalah suatu hal yang akan terpengaruh saat adanya perubahan hormon tubuh. Perubahan tekanan darah ini berkaitan dengan adanya gangguan produksi hormon tubuh. Saat tubuh mengalami perubahan produksi hormon maka akan berdampak pada keseimbangan cairan tubuh, mineral dan darah. Akibatknya, tekanan darah ke pembuluh darah akan berkurang karena jumlah darah yang beredar di tubuh tidak mencapai standar.

  1. Menstruasi atau Pendarahan

Menstruasi atau datang bulan adalah sebuah keadaan di mana dinding rahim mengalami peluruhan pada wanita. Keadaan ini membuat banyak darah tebuang dan membuat suplai darah ke tubuh juga berkurang. Suplai darah yang kurang ini akan membuat masalah tekanan darah yang kurang di tubuh sehingga Anda perlu mewaspadai kedatang hipotensi saat menstruasi.

Selain itu, tekanan darah bisa berubah karena pendarahan yang terjadi. Pendarahan bisa terjadi oleh karena berbagai macam hal, seperti: cedera atau trauma tubuh, menstruasi, kondisi melahirkan dan lain sebagainya. Hal ini memicu kemunculan penyakit tekanan darah rendah sehingga bila tidak ditangani dnengan baik maka akan menyebabkan bahaya yang lebih serius bagi tubuh Anda.

  1. Hipotensi Otostatik

Tekanan darah yang satu ini terjadi atau dapat Anda alami saat Anda melakukan perubahan posisi secara tiba-tiba. Perubahan posisi secara tiiba-tiba ini menyebabkan penurunan tekanan darah sebesar 15 – 30 mmHg. Penurunan darah ini disebabkan oleh perubahan aliran darah ini akan terjadi dengan tiba-tiba dan menyebabkan kemunculan gejala hipotensi di dalam diri Anda. Oleh sebab itu Anda perlu mewaspadai kehadiran hipotensi ini.

Saat hipotensi otostatik ini menyerang maka Anda perlu mencoba menyeimbangkan diri sendiri terlebih dahulu. Cara menyeimbangkannya ialah dengan cara diam sejenak dan membiarkan gejala-gejala hipotensi hilang. Dengan demikian Anda akan kembali stabil dan bisa melanjutkan aktivitas berikutnya.

  1. Neurally Mediated Hypotension

Keadaan ini merupakan tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh tekanan darah yang terkumpul di satu bagian tubuh tertentu saja. Tekanan darah yang terkumpul di satu bagian tubuh ini biasanya terjadi karena seseorang terlalu banyak berdiri atau duduk. Kegiatan berdiri atau duduk yang telalu lama ini akan menyebabkan darah menumpuk dan tidak teralirkan dengan baik ke seluruh tubuh.

Penyakit ini akan menyebabkan kemunculan tekanan darah rendah dan gejala-gejalanya. Oleh sebab itu Anda harus mewaspadai kemunculannya dalam keseharian Anda.

Sponsors Link

  1. Infeksi Darah

Keadaan atau penyakit infeksi darah merupakan penyakit yang menyebabkan adanya penurunan tekanan darah pada tubuh. Penyakit infeksi darah terjadi apabila seseorang memiliki pola hidup yang buruk khususnya salah memakan atau meminum suatu zat tertentu. Kemunculan infeksi darah sangat mengancam keselamatan jiwa Anda jika Anda mengalaminya. Oleh sebab itu, Anda perlu mewaspadai kemunculan penyakit ini. (Baca Juga: Obat Herbal Darah Tinggi)

Kemunculan infeksi darah akan menimbulkan penyakit lain yaitu penurunan tekanan darah. Penurunan tekanan darah pada saat Anda mengalami infeksi darah diakibatkan oleh kondisi atau kualitas darah yang buruk sehingga akan menimbulkan kuantitas darah yang lebih kecil daripada jumlah darah yang seharusnya dimiliki oleh tubuh.

  1. Penyakit Saraf

Penyakit saraf adalah sebuah penyakit yang sangat berbahaya dan membahayakan nyawa Anda. Jika Anda mengalami penyakit saraf maka Anda akan memiliki kemungkinan besar untuk mengalami tekanan darah rendah. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidakstabilan tubuh dalam mengontrol fungsinya. Salah satu fungsi yang tidak bisa dikontrol ialah regulasi kadar air dan tekanan darah pada pembuluh darah.

  1. Reaksi Alergi

Alergi merupakan sebuah penyakit normal yang biasa dialami oleh manusia karena sebuah reaksi yang umum atas serangan bakteri atau virus ke dalam sistem kekebalan tubuh. Alergi biasanya diiringi dengan naiknya suhu tubuh, reaksi pusing dan penurunan tekanan darah. Oleh sebab itu, saat Anda mengalami alergi maka tubuh Anda akan serasa lemas karena adanya penurunan suplai darah ke otak atau tubuh Anda sendiri.

  1. Perbedaan Tekanan Udara

Tekanan udara sangat menentukan keberadaan tekanan darah dalam diri manusia. Tekanan udara yang baik akan membuat tekanan darah manusia normal. Sebaliknya saat Anda berada di seuatu lokasi yang memiliki tekanan darah yang kurang baik maka Anda akan mengalami perubahan terkanan darah secara drastis. (Baca Juga: Penyebab Darah Tinggi)

Demikian beberapa kemungkinan adanya penyebab tekanan darah rendah. Anda perlu mewaspadai keberadaan atau kemunculan tekanan darah rendah pada diri Anda karena jika tidak maka tekanan darah rendah akan membahayakan diri Anda sendiri. Selain itu, penyebab tekanan darah tinggi juga harus Anda waspadai. Oleh sebab itu, Anda perlu mengusahakan untuk menjaga tekanan darah Anda senantiasa normal dan stabil.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan Darah