Sponsors Link

27 Penyebab Malaria yang Masih Jarang Diketahui

Sponsors Link

Penyakit malaria yang terjadi manusia disebabkan oleh protozoa genus plasmodium yang ditularkan pada manusia lewat gigitan nyamuk. Dari berbagai kejadian malaria, sangat sulit untuk memperlihatkan cara penularan penyakit ini, namun dari beberapa penelitian dikatakan jika malaria terjadi lewat udara yang tidak baik atau genangan air yang menjadi sarang berkembang biak subur untuk nyamuk anopheles.

ads

Ada beberapa tahapan dalam siklus hidup parasit malaria plasmodium yakni gametocytes, sporozoites dan juga merozoites. Gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi akan di transmisi pada tahap sporozoit organisme ke tubuh manusia. Parasit tersebut nantinya akan mengalir di darah dan kemudian masuk ke organ hati lalu berkembang biak sehingga menghasilkan merozoites.

Merozoites ini lalu akan mengalir dalam darah untuk reproduksi dan dilanjutkan dengan mencari sel darah sehat untuk menginfeksi. Ada kalanya, plasmodia yang bereproduksi akan menghasilkan bentuk baru yang dinamakan gametosit pada aliran darah. Apabila nyamuk menghisap darah gametosit, maka parasit tersebut mulai bereproduksi dalam tubuh nyamuk kemudain menghasilkan sporozoites yang nantinya akan ditularkan kembali ke manusia. Ada banyak penyebab malaria yang ditularkan pada manusia mulai dari faktor lingkungan, spesies plasmodium yang menginfeksi dan beberapa faktor lainnya.

Penyebab Malaria Dari Parasit

Penyakit malaria yang terjadi manusia bisa disebabkan karena spesies plasmodium yang sudah menginfeksi manusia. Ada lima jenis plasmodium yang bisa membuat manusia akhirnya terinfeksi malaria, yakni:

  1. Plasmodium Vivax

Plasmodium vivax lebih banyak ditemukan pada negara Asia, Amerika Latin dan juga sebagian besar negara di Afrika. Infeksi dari plasmodium vivax ini akan menyebabkan gejala malaria vivax seperti organ limpa pecah dan sangat mengancam jiwa penderitanya. Jenis malaria ini umumnya terdapat dalam organ hati yang dinamakan fase hati dari siklus hidup.

Penyakit malaria yang disebabkan plasmodium vivax ini akan kembali kambuh pada penderita sesudah setahun terinfeksi dan membutuhkan obat khusus untuk membasmi plasmodium vivax ini pada organ hati. Plasmodium vivax ini menyebabkan malaria tingan yakni malaria tertiana beligna.

Plasmodium vivax sendiri merupakan jenis filum sporozoa yang tidak memiliki anggota gerak dan bersifat parasit dengan tubuh berbentuk bulat panjang dan memiliki 3 siklus hidup yakni schizogonia yakni terbentuk dengan cara membelah kemudian menginfeksi inang lalu dilanjutkan dengan sporogoni yakni pembentukan spora di bagian luar inang dan menjadi stadium yang efektif dan juga gamogoni yakni tahapan membentuk sel gamet yang terjadi dalam tubuh inang.

  1. Plasmodium Ovale

Plasmodium ovale merupakan spesies yang sering ditemukan di luar Afrika atau Kepulauan Pasifik Barat. Gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan plasmodium vivax yakni bersembunyi dalam organ hati dan bisa berlangsung selama bertahun tahun sampai akhirnya menyebabkan malaria ovale.

Gejala klinis yang ditimbulkan dari plasmodium ovale ini juga terlihat seperti malaria yang ditimbulkan plasmodium vivax yakni dengan serangan hebat yang ditimbulkan, akan tetapi untuk proses penyembuhannya cukup cepat dan spontan serta jarang terjadi relaps. parasit plasmodium ovale ini seringkali ada dalam darah yang dinamakan dengan periode laten dan sangat mudah di tekan oleh spesies lain yang jauh lebih virulen.

Untuk jenis malaria yang disebabkan plasmodium ovale ini termasuk malaria ringan sehingga bisa sembuh sendiri tanpa membutuhkan pengobatan khusus. Di Indonesia sendiri, plasmodium ovale bukan menjadi masalah kesehatan utama karena frekuensi yang rendah dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Sponsors Link

  1. Plasmodium Malariae

Penyebab selanjutnya dari penyakit malaria adalah plasmodium malariae yang bisa menyebabkan malaria tidak hanya pada manusia namun juga hewan dengan tingkat keparahan lebih tinggi dari malaria tertiana yang disebabkan karena plasmodium ovale. Organisme ini menyerang tubuh manusia dan meregenerasi dalam waktu cepat.

Plasmodium malariae termasuk sporozoa yang akan menginfeksi inang dan dilengkapi dengan alat gerak khusus sehingga bisa mengubah kedudukan dari tubuhnya. Saat menyerang manusia, plasmodium malariae ini akan menyebabkan malaria quartana dimana akan mengambil sari makanan dengan cara menyerap dari tubuh inang.

Apabila nyamuk yang terinfeksi plasmodium malariae ini menghisap darah vertebrata, maka nyamuk akan menginjeksi air liur yang dinamakan saliva berisi sporozoit kecil serta panjang untuk masuk ke aliran darah. Saat sudah masuk ke darah, maka dalam waktu 1 jam akan menghilang sebab sudah masuk ke organ hati dan beberapa organ internal lainnya.

  1. Plasmodium Falciparum

Plasmodium falciparum adalah protozoa parasit yang menjadi penyebab dari malaria berbahaya sehingga menimbulkan gejala malaria tropica dan manusia menjadi perantara parasit dan nyamuk anopheles betina tersebut. Parasit ini umumnya sangat banyak ditemukan pada daerah tropis seperti Afrika dan Asia Tenggara seperti Indonesia yang memiliki jumlah parasit terbesar.

Parasit ini menjadi spesies berbahaya sebab penyakit malaria yang ditimbulkan sangatlah berat dan bisa berujung pada kematian. Perkembangan dari parasit ini terjadi pada organ hati dan tidak terdapat fase ekso eritrosit. Saat nyamuk anopheles menggigit manusia, maka air liur nyamuk akan masuk ke dalam tubuh dimana pada air liur tersebut terkandung zat anti pembekuan darah serta sel plasmodium yang dinamakan sporozoit.

Sporozoit ini lalu akan mengalir dalam darah menuju ke organ hati kemudian mulai membelah berkali kali membentuk merozoit. Merozoit ini nantinya akan menginfeksi darah merah sampai akhirnya rusak dan pecah dan sebagian lagi membentuk gametosit.

  1. Plasmodium Knowlesi

Plasmodium penyebab malaria bernama konwlesi merupakan jenis parasit yang biasanya menginfeksi malaria pada monyet ekor panjang akan tetapi kini juga sudah menyerang manusia. Parasit ini dibawa oleh nyamuk anopheles leucosphyrus sebagai perantara dan bisa bereproduksi dalam waktu 24 jam dalam darah sehingga memiliki risiko kematian yang sangat tinggi.

Saat seseorang terinfeksi parasit ini, maka penurunan jumlah trombosit akan terjadi dalam darah dan bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Untuk gejala yang ditimbulkan dari plasmodium knowlesi ini tidaklah spesifik yakni demam dan juga kedinginan serta seringkali diikuti juga dengan sulit bernapas serta batuk.

Penyebab Dari Faktor Lingkungan

Penyakit malaria yang terjadi tidak hanya disebabkan dari beberapa jenis plasmodium, namun faktor lingkungan juga akan meningkatkan seseorang terkena penyakit malaria.

  1. Tinggal Pada Daerah Tropis

Nyamuk anopheles sangat subur berkembang biak pada daerah yang beriklim tropis seperti contohnya di Indonesia. Di daerah tropis, nyamuk anopheles akan berkembang biak secara subur dan meningkatkan risiko terkena malaria pada manusia.

  1. Menurunnya Daya Tahan Tubuh

Meskipun banyak nyamuk anopheles di area tropis, namun apabila daya tahan tubuh seseorang tinggi makan akan terhindar dari penyakit malaria ini meskipun sudah tergigit nyamuk anopheles. Apabila daya tahan tubuh seseorang sangat rendah, maka parasit yang dibawah nyamuk akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh lalu menyebar dalam aliran darah, hati dan beberapa organ lain sehingga mengalami malaria.

  1. Gizi Buruk

Sistem kekebalan tubuh sangat berhubungan dengan pemenuhan nutrisi dan gizi dalam tubuh. Apabila gizi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh bisa terpenuhi dengan baik, maka daya tahan tubuh untuk mencegah malaria juga semakin meningkat. Inilah yang membuat mengapa penyakit malaria lebih sering menjangkiti masyarakat pada golongan sosial ekonomi yang rendah karena masih berada dalam gizi buruk.

  1. Faktor Tempat Tinggal

Nyamuk tidak hanya bisa berkembang dalam area yang bersih namun juga dalam lingkungan kotor dan tidak higienis. Seseorang yang tinggal berdekatan dengan lingkungan penuh sampah, debu, jamur dan genangan air maka meningkatkan resiko terkena penyakit malaria.

  1. Transplantasi Organ

Transplantasi organ atau lebih dikenal dengan nama cangkok juga menjadi salah satu penyebab terjangkitnya malaria pada seseorang. Transplantasi bisa terjadi dengan pemindahan seluruh bagian organ atau hanya sebagian organ dari satu tubuh ke tubuh lainnya yang dilakukan untuk menggantikan organ rusak atau tidak berfungsi bagi penerima donor organ tersebut.

Beberapa organ yang sering di transplantasi adalah hati, pankreasi, paru paru, jantung, ginjal, organ pencernaan, kelenjar timus, cangkok tulang, tendon dan beberapa organ lainnya. Apabila organ dari pendonor khususnya organ hati sudah tercemar dengan parasit yang menyebabkan malaria, maka penerima organ tersebut juga akan tertular malaria.

ads
  1. Transfusi Darah

Transfusi darah merupakan proses menyalurkan darah atau organ berbasis darah lain dari satu orang ke sistem peredaran orang lain. Transfusi darah berkaitan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah yang banyak yang bisa disebabkan karena operasi, trauma. syok dan tidak berfungsinya organ untuk membentuk sel darah merah tersebut. Apabila darah dari pendonor sudah terinfeksi dengan parasit plasmodium, maka secara otomatis penerima donor juga akan terinfeksi malaria sama seperti yang di derita pemberi atau pendonor darah.

  1. Pemakaian Jarum Suntik

Pemakaian jarum suntik bekas atau yang digunakan secara bersama sama dimana salah satu pengguna jarum suntik tersebut adalah penderita malaria, maka akan membuat pengguna jarum suntik lainnya juga akan tertular penyakit malaria ini.

  1. Mengunjungi Tempat Dengan Malaria

Mengunjungi sebuah negara atau tempat yang memiliki risiko malaria yang tinggi juga menjadi penyebab seseorang terkena malaria. Selain itu, saat mengunjungi tempat yang terkena malaria tersebut dan belum mengkonsumsi obat untuk mencegah malaria akan lebih meningkatkan risiko malaria semakin tinggi. Saat berada di luar ruangan beberapa tempat tersebut khususnya di area pendesaan saat malam atau subuh dimana menjadi waktu dan cara penularan malaria tertinggi akan memperparah resiko malaria tersebut.

  1. Masa Kehamilan

Ibu yang sedang dalam masa kehamilan dan terkena malaria  ataupun pernah terkena malaria maka bisa menginfeksi penyakit malaria ini pada janin yang ada dalam kandungannya sebab kemungkinan masih ada parasit yang hidup dalam tubuh ibu dan akhirnya menyebar dalam darah dan akhirnya menimbulkan gejala malaria pada bayi khususnya apabila daya tahan tubuh janin sangat lemah.

  1. Memiliki Sifat Sel Sabit

Apabila seseorang mempunyai sifat sel sabit atau heterozigot untuk gen hemoglobin abnormal Hbs maka memiliki risiko lebih tinggi tertular malaria yakni malaria plasmodium falciparum yang menjadi penyebab utama kematian penderita malaria di Afrika. Orang dengan sel sabit ini lebih banyak ditemukan pada penduduk Afrika dan juga keturunan Afrika dibandingkan dengan keturunan lainnya.

Apabila dilihat secara umum, prevalensi gangguan yang berhubungan dengan hemoglobin dan juga dislasi sel darah lain seperti hemoglobin C, talasemia dan juga defisiensi G6PD akan lebih banyak terjadi pada daerah endemik malaria.

  1. Faktor Genetik

Faktor genetik lainnya yang berhubungan dengan sel darah merah juga menjadi penyebab tertularnya malaria akan tetapi pada tingkatan yang lebih rendah. Berbagai faktor penentu genetik seperti contohnya kompleks HLA yang berfungsi untuk mengendalikan respons kekebalan tubuh akan meningkatkan penyebab dari terjangkit malaria berat atau kronis.

  1. Ketinggian dan Suhu

Malaria sangat pesat berkembang dan hidup pada dataran tinggi di seluruh wilayah yang beriklim tropis. Ada dua jenis parasit yang umumnya ditemukan pada kawasan dengan temperatur diatas 18 derajat celcius dan juga 15 derajat celcius. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014 membuktikan jika peningkatan suhu yang terdengar seperti bukan masalah besar ini ternyata juga menjadi penyebab seseorang terserang malaria sebab kehilangan perlindungan saat tinggal pada wilayah tersebut.

Risiko seseorang menderita malaria akan semakin meningkat pada saat tinggal di daerah dengan ketinggian 1200 sampai 1700 meter. Akan tetapi, ini tidak berarti jika semua orang yang tinggal pada daerah tersebut akan dipastikan terjangkit malaria sebab masih ada berbagai faktor lain yang juga harus diperhitungkan.

  1. Gigitan Nyamuk Anopheles

Dalam kebanyakan kasus malaria memang disebabkan dari nyamuk anopheles dengan cara gigitan nyamuk tersebut. Ada sekitar 30 spesies nyamuk yang berpotensi menyebabkan malaria dimana gigitan terjadi paling banyak saat fajar dan senja hari. Nyamuk anopheles tersebut bertelur di air yang kemudian akan menetas menjadi larva dan akhirnya tumbuh menjadi nyamuk dewasa.

Nyamuk betina anopheles akan mencari makan berupa darah untuk memelihara telurnya yang biasanya hidup pada air tawar dangkal atau genangan air.

  1. Iklim

Penyebab dari penularan malaria juga sangat bergantung dengan iklim sebab berpengaruh terhadap kelangsungan hidup nyamuk seperti contohnya pola curah hujan, kelembaban dan juga suhu. Namun di beberapa daerah, transmisi ini juga bersifat musiman dan puncaknya biasanya terjadi pada saat musim hujan.

Epidemi malaria ini akan terjadi saat iklim dan beberapa kondisi lain secara tiba tiba berubah sehingga mendukung penularan malaria khususnya pada orang yang tidak memiliki siste kekebalan tubuh yang baik.

  1. Imunitas

Imunitas juga menjadi penyebab penting seseorang bisa terjangkit parasit yang menyebabkan malaria khususnya pada orang dewasa dengan kondisi transmisi moderat atau intens. Imunitas parsial yang sudah dikembangkan selama bertahun tahun juga tidak bisa memberikan perlindungan secara menyeluruh untuk mengurangi risiko malaria justru semakin memperparah malaria dan inilah yang menjadi alasan penyebab kematian karena malaria banyak di derita anak anak. Sedangkan untuk daerah yang memiliki transmisi kurang dan imunitas rendah juga sangat berisiko.

  1. Lingkungan Kimiawi

Lingkungan kimiawi memiliki kadar garam berkisar 18 persen dan menjadi tempat baik untuk berkembangnya nyamuk penyebab dari penyakit malaria. Beberapa area air dengan pH yang rendah dan saat musim kemarau akan meningkatkan kadar garam pada air sehingga menjadi tempat subur bagi jentik jentik nyamuk.

  1. Lingkungan Biologi

Beberapa tumbuhan seperti tumbuhan bakau, lumut, ganggang serta beberapa jenis tumbuhan lainnya juga akan berpengaruh terhadap kehidupan larva nyamuk sebab sinar matahari terhalang dan melindungi larva nyamuk dari berbagai pemakan larva yang bisa memberantas jentik nyamuk tersebut. Akhirnya, nyamuk akan berkembang biak kemudian menggigit beberapa hewan ternak ukuran besar seperti sapi dan kerbau serta manusia.

  1. Faktor Umum

Sebenarnya penyebab terjadinya malaria tidak memandang usia seseorang, akan tetapi anak anak lebih rentan terhadap infeksi malaria tersebut karena sistem kekebalan tubuh yang dimiliki anak anak masih sangat minim sehingga akhirnya timbul gejala malaria pada anak. Sedangkan untuk orang dewasa yang sering bekerja di luar ruangan khususnya di tempat yang gelap atau malam hari juga menjadi penyebab dari orang dewasa rentan terhadap malaria.

Sponsors Link

  1. Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik juga berkaitan erat dengan penyebab dari malaria yang menjangkiti seseorang dan diantaranya adalah:

  • Kelembaban Udara: Kelembaban udara atau relative humidity rendah akan mempersingkat usia nyamuk dan berpengaruh pada perilaku nyamuk dalam berkembang biak, kebiasaan menggigit dari nyamuk, waktu istirahat dan sebagainya.
  • Suhu Udara: Suhu udara juga berpengaruh pada siklus pendek sporogoni atau masa inkubasi malaria ekstrinsik dimana suhu hangat akan membuat nyamuk lebih mudah berkembang biak dan lebih agresif dalam menghisap darah manusia.
  • Hujan: Hujan berpengaruh pada perkembangbiakan larva nyamuk menjadi nyamuk dewasa dan besar kecilnya bergantung pada banyaknya jumlah hujan.
  • Angin: Kecepatan angin disaat matahari terbit dan juga terbenam juga berpengaruh terhadap terbang nyamuk ke dalam dan juga keluar dari rumah atau ruangan.
  • Cahaya Matahari: Pengaruh dari cahaya atau sinar matahari pada perkembang biakan larva berbeda beda seperti sebagian nyamuk lebih suka hidup di tempat terbuka dan sebagian lagi lebih menyukai tempat yang tertutup.
  1. Lingkungan Fisik dan Manusia

Lingkungan fisik yang berhubungan dengan tempat tinggal manusia tidak memenuhi syarat akan menyebabkan seseorang melakukan kontak langsung dengan nyamuk dan akhirnya terkena malaria.

  • Dinding rumah: Dinding rumah yang terbuat dari kayu akan lebih banyak lubang sehingga nyamuk lebih mudah masuk ke dalam dan lebih disenangi nyamuk anopheles.
  • Ventilasi rumah: Keadaan ventilasi rumah yang tidak tertutup rapat dengan kawat kasa juga menjadi penyebab nyamuk masuk ke dalam rumah dan menggigit manusia. Selain itu, dari sebuah penelitian membuktikan jika ada kaitan antara pemakaian kawat kasa dengan malaria.
  • Material atap rumah: Tempat tinggal atau rumah dan juga kandang ternak yang pada bagian atapnya terbuat dari kayu juga menjadi tempat yang disukai nyamuk anopheles.
  1. Lingkungan dan Perindukan Nyamuk

Tempat perindukan nyamuk menjadi tempat dan cara penularan malaria dari nyamuk anopheles seperti genangan air tawar atau air payau yang tidak dikelola dengan baik seperti tambak dan penebangan hutan bakau secara liar yang merupakan tempat berkembang biak nyamuk penyebab malaria ini akan semakin menyuburkan nyamuk anopheles dalam berkembang biak.

  1. Kebiasaan

Kebiasaan dari masyarakat atau adat istiadat penduduk setempat serta aktivitas yang dilakukan juga menyebabkan meningkatnya tertular malaria. Kebiasaan masyarakat dari segi berpakaian, tidur tidak memakai kelambu, keluar rumah pada malam hari atau sering melakukan aktivitas di tempat terbuka dan gelap akan sangat berpengaruh terhadap penularan malaria.

Dari hasil penelitian terhadap penduduk yang memiliki kebiasaan beraktivitas di luar rumah pada malam hari akan meningkatkan risiko tertularnya penyakit malaria jika dibandingkan dengan yang tidak beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Sedangkan untuk pencegahan malaria sendiri bisa dilakukan dengan menghindari aktivitas di luar ruangan pada malam hari.

Penyebab malaria sangatlah beragam, mulai dari jenis plasmodium yang menginfeksi nyamuk, faktor lingkungan dan juga kebiasaan buruk yang dilakukan manusia itu sendiri. Untuk mencegah malaria terjadi, maka langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah memperbaiki pola hidup yang baik serta memperhatikan beberapa faktor lingkungan lain untuk menghindari nyamuk anopheles penyebab dari malaria berkembang biak.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Malaria