Sponsors Link

Proses Hemodialisis Secara Singkat Sangat Mudah Dimengerti

Sponsors Link

Bagi penderita penyakit yang mengharuskan cuci darah tentu tidak asing lagi ketika mendengar kata hemodialisis.  Hemodialisis atau lebih sering kita kenal dengan cuci darah bertujuan untuk membantu kerja dari fungsi ginjal dalam menyaring sisa-sisa metablisme tubuh agar tidak terjadi penumpukan yang jika dibiarkan lama kelamaan akan menjadi racun yang berbahaya di dalam tubuh. Mengingat pentingnya proses hemodialisis ini bagi para penderita penyakit yang mengharuskan cuci darah, makan dalam tulisan kali ini akan di jelaskan tahapan proses hemodialisis secara singkat.

ads

Hemodialisis merupakan metode yang digunakan dalam pencucian darah dengan menggunakan alat /mesin dialisis. Secara umum, mesin dialysis ini dibuat sedemikian rupa cara kerjanya seperti organ ginjal pada tubuh manusia. Sebelum memasukin tahap dari hemodialisasi, ada baiknya kita mengenal tentang bagian-bagian pendukung dari mesin dialisis. Beberapa bagian pendukung dari mesin dialisasi itu adalah :

  1. Dializer

Dializer merupakan suatu alat yang berbentuk tabung yang kegunaannya berfungsi menjadi ginjal buatan dalam proses hemodialisasi. Proses pencucian darah dilakukan di dalam dializer. Di dalam dializer ini terdapat dua bagian yaitu kompartemen darah dan kompartemen dialist.

  1. ABL (Arterial Blood Line)

Arterial Blood Line merupakan bagian yang menjadi penghubung darah dari tubuh manusia dan kemudian dialirkan ke mesin dializer.

  1. VBL (Venouse Blood Line)

fungsi Venouse Blood Line sebaliknya, dimana menjadi Penghubung darah yang berasal dari mesin dializer kemudian dialirkan ke tubuh manusia.

  1. Cairan Dialisat

Cairan dialisat adalah cairan yang di dalamnya memiliki komposisi  kimia yang menyerupai cairan pada tubuh manusia normal. Terdapat dua jenis cairan dialisat yaitu cairan asetat dan cairan bicarbonate. Cairan dialisat asetat yang didalamnya berisi jenis standart, free potassium, low calsium, dll. Sedangkan jika  menggunakan cairan bicarbonate berbentuk bubuk /powder harus dilarutkan dulu kedalam air murni sebanyak 9,5 liter.

  1. Air Water Treatment

Kegunaan air dalam hal ini yaitu sebagai bahan yang dicampurkan pada Dialisat peka. Penggunaannya bisa  dari berbagai sumber air, seperti air PDAM ataupun air sumur. Sebelum digunakan, air harus melewati proses pemurnian atau water treatment agar memenuhi standar. Dalam satu kali proses, air yang dibutuhkan adalah sejumlah 120 liter.

  1. Mesin Hemodialisis

Banyak sekali bentuk dan merek mesin hemodialisis yang bisa dijadikan pilihan. Karena rata-rata semua mesin hemodialisi memiliki cara dan prinsip kerja yang sama, yaitu blood pump, sistem pengaturan cairan dialisat, sistem pemantau mesin, serta monitor yang menampilkan deteksi kesalahan.

Sponsors Link

Sekarang kita masuk ke proses hemodialisasi. Sebelum melakukan proses hemodialisasi, pasien akan diperiksa untuk mengetahui apakah dalam kondisi yang layak untuk menjalankan proses hemodialisasi. Pasien juga akan di timbang berat badannya untuk mengetahui berapa jumlah cairan yang akan di buang saat akan menjalani proses.

Ada 3 akses untuk darah masuk darah dari dalam tubuh dapat keluar dan di saring oleh tabung dializer yaitu AV Fistula, central Venous Catheter, dan AV Graft. Namun biasanya akses AV Fistula yang paling sering direkomendasikan karena dari 3 akses ini paling aman dan nyaman bagi para pasien.

Dalam proses hemodialisasi, darah dikeluarkan dari dalam tubuh kemudian di saring oleh ginjal buatan atau dializer. Terjadilah proses penyaringan di dalam tabung dializer yang dimana darah yang sudah disaring dialirkan kembali kedalam tubuh pasien. Di dalam tubuh manusia, normalnya jumlah darah yang ada di dalam tubuh berkisar antara 5,6 sampai dengan 6,8 liter. Sendangkan jumlah darah diluar tubuh manusia saat proses hemodialisasi hanya berkisar 0,5 liter saja. Dan saat proses hemodialisisi dilakukan, tidak lupa obat antibeku diberikan.

Itulah sedikit penjelasan tentang tahapan proses hemodialisasi secara singkat sebagai informasi yang harus diketahui. Saat ini cukup banyak penyakit yang mengharuskan cuci darah  mulai dari penyakit gagal ginjal, tekanan darah tinggi akibat obesitas, hingga gejala leukimia stadium akhir yang harus diwaspadai.

Sponsors Link

Mengingat biaya cuci darah di rumah sakit tidak murah, tentu saja sebaiknya mulai dari sekarang kita bisa menjaga kesehatan diri pribadi dengan mulai menerapkan hidup sehat. Banyak cara hidup sehat yang bisa kita lakukan sebelum terlambat. Rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi, dan beristirahat yang cukup. Tes darah dan urine juga dapat dilakukan. fungsi dari tes darah dan urine ini salah satunya untuk mengetahui fungsi organ ginjal. Itu adalah beberapa hal sederhana yang bisa kita mulai lakukan untuk menjaga kesehatan.

kabar gembiranya, untuk pasien yang berada di seputaran jakarta tidak perlu khawatir bila harus cuci darah. Karena sudah ada tempat cuci darah di jakarta dengan fasilitas yang memadai yang bisa dikunjungi oleh pasien setiap waktu. Dan tempat cuci darah ini juga melayani  biaya cuci darah pakai bpjs.

Ada beberapa tindakan pencegahan dari beberapa penyakit yang mengharuskan cuci darah. Contohnya seperti penyakit tekanan darah tinggi. Bagi penderita penyakit tekanan darah tinggi dapat mengkonsumsi sayuran penurun tekanan darah.

Semoga informasi yang diberikan bisa bermanfaat bagi semua pembaca, dan bisa memotifasi para pembaca untuk bisa lebih menjaga kesehatan diri karena kesehatan sangat mempengaruhi manusia dalam menjalankan segala aktifitas sehari-hari.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan