Sponsors Link

Trombositopenia – Definisi, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Pencegahan

Sponsors Link

Apakah anda pernah mendengar istilah Trombositopenia sebelumnya? Kondisi ini merupakan salah satu kelainan pada darah sama halnya dengan sepsis dan leukositotis namun mereka menyerang sel darah putih. Trombositopenia sendiri adalah kondisi dimana tubuh mengalami kekurang jumlah sel-sel keping darah (trombosit) di dalam darah karena adanya suatu hal. Trombosit atau platelet sendiri sangat penting bagi proses pembekuan darah.

ads

Hal yang perlu diwaspadai adalah kondisi ini dapat terjadi karena berbagai hal termasuk masuknya obat-obatan ke dalam tubuh. Atau bisa juga terjadi dari gejala yang ringan maupun berat sehingga menyebabkan pendarahan internal.

Pada kesempatan kali ini tim dokter darah akan menjelaskan apa sebenarnya Trombositopenia (Definisi, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Pencegahan) yang perlu sekali untuk diketahui. Karena Trombositopenia sendiri dapat menyerang berbagai rentang usia dari anak-anak hingga ke dewasa.

Gejala Trombositopenia

Hal pertama yang tentu sangat penting untuk kita ketahui adalah gejala dari Trombositopenia. Sama halnya dengan gejala kanker darah dan gejala leukositosis, ada berbagai kemungkinan gejala yang dapat kita jadikan indikator penyakit ini, yakni:

  • Adanya pendarahan pada gusi atau mimisan
  • Menstruasi berat
  • Ketika terdapat luka pada tubuh pendarahan relatif sukar untuk berhenti dan berlangsung lebih lama dari biasanya
  • Pendarahan yang terjadi pada anus
  • Karena pendarahan pada anus biasanya anda dapat menemukan darah pada tinja atau kencing
  • Muncul memar pada tubuh
  • Sering mengalami kelelahan yang sangat setiap hari

Penyebab Trombositopenia

Lalu apa sebenarnya penyebab utama dari kelainan ini sehingga dapat terjadi? Beberapa penelitian merujuk penyebab Trombositopenia salah satunya adalah faktor keturunan dan juga penyebab medis seperti,

  • Gangguan sumsung tulang sehingga produksi trombosit menurun seperti Leukimia, Anemia, Sirosis, kekurangan zat besi dan juga obat-obatan yang berasal dari proses kemoterapi.
  • Adanya penyakit atau kondisi tubuh yang memicu penghancurna trombosit seperti proses kehamilan, bakteri pada darah, gangguan sistem autoimun, sindrom hemolitik, serta trombositopenia trombotik purpura.

Hal-hal yang berkaitan dengan sistem autoimun dapat menjadi pemicu utama terjadinya Trombositopenia. Khusus untuk penyakit langka seperti Trombositopenia trombotik purpura hal tersebut terjadi jika kondisi langka pembekuan darah membutuhkan jumlah trombosit yang jauh di atas normal untuk melakukan proses pembekuan darah.

Pengobatan Trombositopenia

Sama halnya dengan cara mengobati leukositosis, dalam mengobati Trombositopenia hal yang sangat perlu dilakukan adalah mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Dokter dan tenaga medis akan segera melakukan penanganan setelah penyebab telah diketahui. Untuk mengetahuinya dokter akan melakukan USG, tes darah, maupun biopsi pada sumsum tulang sebagai tempat produksi darah.

Sponsors Link

Setelah penyebab diketahui hal yang umum dilakukan jika kondisi semakin parah adalah melakukan hal berikut :

  • Transfusi darah atau trombosit untuk segera menggantikan trombosit yang telah hilang atau digunakan.
  • Karena umumnya penyebab Trombositopenia adalah sistem autoimun yang terganggu maka pengobatan pada sistem autoimun harus segera dilakukan.
  • Jika diperlukan maka akan dilakukan operasi pengangkatan limpa.

Cara Pencegahan Trombositopenia

Untuk mencegah kelainan ini sebenarnya dapat kita lakukan sehari-hari seperti,

  • Usahakan untuk menghindari cedera ketika melakukan aktivitas fisik berat seperti olahraga
  • Perbanyak asupan zat besi atau asam folat dan vitamin untuk memperkuat sistem autoimun tubuh
  • Perhatikan obat-obatan yang anda konsumsi, selalu konsultasikan obat yang anda konsumsi dengan tenaga medis terkait
  • Jaga pola makan dan pola hidup sehat
  • Hindari konsumsi alkohol

Demikian penjelasan kami mengenai Trombositopenia (Definis, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Cara Pencegahan) yang dapat kita lakukan sendiri. Ingat bahwa kesehatan itu mahal harganya, sedini mungkin perbaiki pola makan dan gaya hidup anda menjadi pola makan dan gaya hidup sehat!

Sponsors Link
, , , ,